MIWQ dan MAKRIFATUL AHADIYYAH

Dalam kitab Makarul iblis Wa Tauhid Qotho'ih (MIWQ)

Godaan kepada para keturunan Waliyullah/Sayyid (yaitu keturunan para trah Rasulullah ) dijelaskan bahwa, mereka di "tandai" oleh iblis dengan tanda khusus yang jangan sampai mereka mengikuti jejak para leluhurnya dan hanya membangga-banggakan leluhurnya.

Juga godaan iblis untuk para Alim Ulama' (orang yang berilmu Agama dan menyampaikan ilmunya/murid2nya) akan ditiupkan rasa senang akan pujian-pujian dan pujaan-pujaan kepada dirinya, didorong untuk hubbuddunia.

Dalam kitab MAKRIFATUL AHADIYYAH

Pengarang menuliskan "Sesuai dengan Hadits Rasulullah bahwa, tidak akan masuk ke dalam syurga orang2 yang menjadi Al-qolla (penjilat penguasa/tunduk kepada orang kaya) dan Rasulullah mengenali Ummat Beliau (ummat yang mengikuti sunnah Rasulullah) kelak di hari Kebangkitan seperti mengenali anak kandung Beliau SAW, dan Rasulullah laksana orang yang buta (tidak melihat sama sekali) kepada ummatnya yang kufur, musyrik dan hubbuddunia (toma' dan berhati kasar) walau pun ummat itu adalah keturunan Rasulullah itu sendiri".

Kamis, 20 Desember 2018

HAUL RADEN GURU SYARI'UN (RG. SYARI'UN)

Acara Haul RG.Syari'un Hari Minggu, Tgl 23-Desember -2018, sejak Dini Hari Bakda Subuh,
diadakan dengan sederhana hanya keluarga dekat. Silahkan perwakilan dari Majlis Dzikir As-Syari'un jika ingin hadir, acara yang biasanya khotimil Qur'an pada malam harinya di ganti bakda Subuh dilanjutkan dengan yasin dan tahlil lalu ziarah kubur ke makam RG.Syari'un. (Info dari sesepuh IKGS Tubagus KH Ahmad Aseni ).
Dan Beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas Partisipan Jamaah Majlis As-Syari'un yang membantu demi kelancaran acara tahunan ini, hasil musyawarah saya dengan Tubagus KH.A.Aseni Beliau berpesan agar tidak membesar-besarkan dan membangga-banggakan keturunan, karena Almarhum RG.Syari'un sendiri adalah seorang Ulama' dan guru dari beberapa Guru Besar di zaman itu, tidak pernah menunjukan bahwa dia keturunan ini dan itu., begitu juga dengan TB. KH. Ahmad Aseni . Hanya wajib bagi kita semua untuk menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari Sunnatullah dan Sunnah Rasulullah.
Ibarat kata, seorang anak Jendral memakai atribut ayahnya,  tentu saja orang tidak memandang pakaian si anak itu tetap saja yang Jendral ayahnya dan bukan si anak yg memakai pakaian ayahnya.. kecuali anak Jendral itu mencapai jabatan Jendral dari upaya nya sendiri.. "
Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari keburukan akhlaq..

Salam Jum'at penuh berkah dan salam takdzim serta salam ukhuwah.

9 komentar:

Belajar ngeblog mengatakan...

Boleh minta alamat keturunan guru syariun dan makamnya?

Ahmad mengatakan...

Jalan menteng jaya rt10 rw08 (rumah pak kh. Ahmad Aseni) beliau keturunannya dan maqamnya ada di cilebut

Ahmad mengatakan...

Jalan menteng jaya rt10 rw08 (rumah pak kh. Ahmad Aseni) beliau keturunannya dan maqamnya ada di cilebut

Matz81 mengatakan...

Maqamnya 1 area makam dengan maqam ayah saya dibelakang kelurahan cilebut,

Unknown mengatakan...

Afwan mau tanya
Beliau itu dari jalur siapa nyambung nasabnya k pangeran sogiri, dari putra bernama siapa?
Dari berbagai sumber yang ada beliau bersambung nasabnya ke pangeran sogiri

Anonim mengatakan...

Beliau punya anak sebagian berada di kampung Pulo Citayam. KH. Mukhrozi bin Guru KH Guru KH. Abdul Ghoni bin Guru Sariun

Anonim mengatakan...

D kampung lio pala bali citayam pun ad keturunannya
Raden Abdul Salam Bin Raden Guru Syariun Bin Raden Laytani
Makam ny ad d TPU Pondok Terong
Raden Abdul Salam mempunyai putra yaitu Abah Guru Kurdi bin Raden Abdul Salam bin Raden Guru Syariun Bin Raden Laytani (beliau msh hidup dan menjadi

Anonim mengatakan...

Engkong Guru Syariun Bin Guru Laytani Bin Guru Pede Bin Abu Zein Bin Tubagus Hasyim Bin Pangeran Sogiri

Anonim mengatakan...

Afwan izin tanya,
Beliau guru syariun apa anak nya ada yg bernama sibe atau cucu nya bernama muhammad nur...🙏🏻🙏🏻