Siapa yang menghina Ulama (yaitu menyakiti hatinya dan mencelanya) maka ia telah memancing kemurkaan Allah. Walaupun banyak ilmunya (ilmu orang yang mencela Ulama) dirinya akan seperti batu yang terkikis tetesan air perlahan tapi pasti akan hancur lebur.
Kecuali dia yang bertaubat atas perbuatannya itu (benar dalam taubatnya) menyadari kesalahannya. Dia tidak akan diampuni Allah hingga Ulama' yang dicelanya itu mengampuninya. Masih lah terkikis dirinya itu walaupun di lidahnya membaca istighfar seribu kali setiap harinya.
Maksudnya jika Ulama itu bernasab darahnya kepada para Waliyullah atau bernasab ilmunya kepada Waliyullah maka orang yang mencelanya sedang berhadapan dengan hukuman Allah setiap hari. Akan menjadi sempit hidupnya dan rusak amalnya sakit hatinya akan bertambah-tambah sebelum ia meminta maaf kepada Ulama yang dicelanya.
Note :
Yang banyak ilmunya saja tidak terampuni dosanya jika ia mencela Ulama. Walaupun hanya seorang guru mengaji biasa. Apa lagi saat ini banyak orang mencela Ulama' yang besebrangan dengan prinsip atau hal lainnya.
Jangan rusak amal baik hanya dengan satu kalimat celaan kepada Ulama manapun walau hanya dalam hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar