MIWQ dan MAKRIFATUL AHADIYYAH

Dalam kitab Makarul iblis Wa Tauhid Qotho'ih (MIWQ)

Godaan kepada para keturunan Waliyullah/Sayyid (yaitu keturunan para trah Rasulullah ) dijelaskan bahwa, mereka di "tandai" oleh iblis dengan tanda khusus yang jangan sampai mereka mengikuti jejak para leluhurnya dan hanya membangga-banggakan leluhurnya.

Juga godaan iblis untuk para Alim Ulama' (orang yang berilmu Agama dan menyampaikan ilmunya/murid2nya) akan ditiupkan rasa senang akan pujian-pujian dan pujaan-pujaan kepada dirinya, didorong untuk hubbuddunia.

Dalam kitab MAKRIFATUL AHADIYYAH

Pengarang menuliskan "Sesuai dengan Hadits Rasulullah bahwa, tidak akan masuk ke dalam syurga orang2 yang menjadi Al-qolla (penjilat penguasa/tunduk kepada orang kaya) dan Rasulullah mengenali Ummat Beliau (ummat yang mengikuti sunnah Rasulullah) kelak di hari Kebangkitan seperti mengenali anak kandung Beliau SAW, dan Rasulullah laksana orang yang buta (tidak melihat sama sekali) kepada ummatnya yang kufur, musyrik dan hubbuddunia (toma' dan berhati kasar) walau pun ummat itu adalah keturunan Rasulullah itu sendiri".

Selasa, 25 Desember 2018

TIPUAN, BUJUKAN, HASUTAN VERBAL setan jin sittir

Tipuan, bujukan hasutan verbal setan jin sittir

MIWQ

Sittir datang kepada seorang hamba Allah dan mencibirnya dengan berkata :
Sittir : "Sholatmu tidak menjamin anak keturunanmu akan selamat dariku, dzikirmu tidak menjamin anak keturunanmu aman dariku.. keistimewaan yang Allah berikan kepadamu tidak menjamin anak keturunanmu aman dariku... banyaknya doa-doa dari murid-muridmu untukmu tidak akan menjamin anak keturunanmu, apakah kamu masih menolak hadiah yang aku berikan sejak puluhan tahun...?
Jika kamu menolak maka anak keturunanmu akan menginjak-injak kehormatanmu... kamu tidak akan pernah bisa sabar akan hal itu hai Bani Laytani... apakah kamu tahu ketika aku berhadapan dengan ......... Syari'un itu, dia memang hebat, tapi lihatlah anak cucunya... ada yang mati dalam keadaan kufur dan bermaksiat. Sedangkan ........mu seorang hafidz dan sangat dicintai Nabimu. Sedangkan kamu tidak ada seujung jari dari .........mu...
Begini saja wahai bani laytani, aku khabarkan padamu satu berita yang baik dari ayahku Tuhanku, dia mempunyai apa yang akan membuatmu bahagia diatas dunia ini, dan kamu telah mengetahui kehebatannya sebelum ayahmu Adam mengkhianatinya..."
Hamba Allah : "Wahai laknatullah anak dari laknatullah, silahkan kamu berkata-kata dan mencibirku."
Sittir : "Aku kesini dengan sabar menunggu kamu selesai melakukan sholat, dan aku memperhatikanmu lebih dari orang lain selama beberapa bulan ini... aku kasihan kepada mu wahai bani laytani... justru aku memuji-muji kekuatan hatimu sejak pertama kita bertemu...
Aku hendak memberitakan satu berita yang akan membuatmu terpandang dan kaya juga akan membuatmu bahagia diatas dunia..."
Hamba Allah : "Silahkan wahai anak laknatullah... aku selalu setia mendengar ocehanmu dengan memohon perlindungan kepada Allah SWT."
Sittir : "Baiklah wahai bani laytani, taukah kamu kisah seorang anak adam yang selalu dihina dan direndahkan martabatnya lalu ia bertemu denganku seperti kamu bertemu denganku dahulu...?"
Hamba Allah : "Anak Nabi Allah Adam yang mana...?"
Sittir : "Dia hidup di zaman ..........mu Laytani.. seorang yang miskin dan lemah, dan salah satu ............mu mengusirnya karena ia pemabuk dan penjudi, lalu dia bertaubat. Dan kembali menemui ..............mu, lalu .............mu menolaknya.
Hingga orang ini pergi ke sebuah pegunungan dan disana ia bertemu dengan aku... lalu aku mendidiknya dengan sangat sabar... hingga akhirnya dia berhasil meneruskan tapanya dan mendapatkan apa yang dia inginkan dariku... dia menjadi kaya dan terpandang... lalu dia menemui ............mu kembali... saat itu ..........mu merasa bahwa orang ini benar-benar hebat dan menerimanya sebagai tamu di hari itu, ............mu tidak mengenalinya. Hingga menerima hadiah dari orang ini. Setelah itu ..............mu menemui ajalnya setelah berbahagia menerima banyaknya hadiah dari orang ini. Bukankah itu lebih baik dari dirimu sekarang wahai bani laytani...?"
Hamba Allah : "Secara ukuran dunia memang itu lebih baik... tapi teruskan dulu ceritamu... sebelum aku mengusirmu kembali."
Sittir : "Baiklah.. kamu memang lebih hebat dari kakekmu dalam mengusirku... tapi sekarang dengarkan dulu ceritaku..."
Hamba Allah : "Silahkan.. dan tidak ada bagian untukmu dari apa yang aku minum saat ini wahai laknatullah..."
Sittir : "hahahahaha... (tertawa sambil menampakkan gigi-gigi nya yang berbau busuk), kamu memang hebat menjaga makanan dan minumanmu dari kaumku wahai bani laytani, tapi aku dan para pengikutku hari ini telah sejak subuh tadi merasa kenyang dengan makanan dan minuman di rumah-rumah manusia yang dekat dengan rumahmu ini..."
Hamba Allah : "Bagaimana mungkin mereka para setan yang hidup dan makan dari manusia dapat membuat kaya seorang manusia" (kata saya dalam hati).
Hamba Allah : "Lanjutkan bualanmu wahai laknatullah..."
Sittir : "Baiklah.. aku menemukan sebuah bukit yang penuh dengan harta, dan juga permata, bahkan disana ada beberapa benda-benda yang bisa membuatmu abadi seperti ayahku.. dan aku telah lama inginkan kamu mendapatkannya untuk menopang kehidupanmu wahai bani laytani... lihatlah ke telapak tanganku... pasti kamu mengenali bukit ini... (kata setan sambil membuka telapak tangannya yang menyala, dan nampak sebuah bukit yang saya kenali).
Sittir : "Pergilah kesini dan temui aku, akan aku sambut dengan segala penghormatan, asalkan kamu jangan menghancurkan bukit ini seperti beberapa tempat sebelumnya wahai bani Subaghir...
Jangan engkau runtuhkan seperti beberapa pohon di tanah jawa ini, hingga putra-putriku banyak yang mati karenamu, aku hendak berdamai denganmu, dan aku selalu memuji-mujimu di hadapan ayahku wahai bani laytani bani subaghir..
Hamba Allah : "Lanjutkan saja ocehanmu sebelum Allah menyelimutiku dengan cahayaNya..."
Sittir : "Baiklah.. baiklah..
Begini.. aku akan mempermudah naiknya harta-harta itu sesuai yang kamu butuhkan, dan sebagian benda-benda sakti yang banyak dibutuhkan manusia di sekelilingmu...
Dan setelah itu janganlah lagi kita bermusuhan, ingatlah usiamu dan tubuhmu yang mulai melemah, sedangkan kaum kami tetap pada kekuatan yang sama sejak ratusan tahun, dan aku sudah tidak mau lagi bermusuhan denganmu karena aku memujamu wahai bani laytani.. aku hanya kasihan melihat keadaanmu sekarang ini... apakah kamu masih meragukan penghormatanku wahai bani laytani..? Sekarang coba aku dengarkan apa jawabanmu... sudah teramat lelah aku berdekatan denganmu.. sepertinya aku harus kembali ke tempatku dan menunggu kedatanganmu.."
Hamba Allah : "Jawaban pertama, kamu tetaplah dengan kecelakaanmu diatas dunia dan kelak di akhirat, dan simpan pujian-pujianmu karena aku cukup bahagia dengan Allah dan Rasulku Muhammad SAW dengan kasih sayang keduanya kepadaku dan istri juga anak keturunanku...
Jawaban Kedua : apakah kamu atau Allah yang menciptakan Bumi dan langit dan apa-apa yang ada pada keduanya...? Apakah kamu masih saja belum sadar bahwa setelah godaanmu dengan wanita-wanita dunia juga beberapa benda. Aku tetap pada pendirianku..?
Jawaban ketiga : apakah kamu berfikir aku akan percaya bahwa kisahmu tentang ...........ku itu benar terjadi...? Aku Beriman kepada Allah dan hanya Allah saja yang Maha Tahu apa yang pernah terjadi pada zaman yang lalu, aku memahami sifat-sifat syetan yang pandai berdusta hingga dustamu itu nampak nyata di hadapan para pengikutmu...
Jawaban keempat : bagaimana mungkin kamu dapat memberikan kekayaan padahal kehidupan kalian para laknatullah bergantung kepada anak cucu Nabi Adam yang kufur ? Dan bagaimana mungkin Allah membiarkan seseorang itu menjadi kaya selamanya dari hasil bujukanmu...? Dan tentang anak keturunanku, semua ada pada taqdir Allah dan aku meyakini bahwa syafaat Nabiku dan Hidayah Allah akan berpihak kepada orang-orang yang taqwa.
Jawaban ke lima : pergilah kamu dan katakan kepada ayah mu iblis, aku tetap berharap dan menggantungkan segala harapanku hanya kepada Allah... dan suatu saat jika tidak aku... pasti Allah akan mengambil anak keturunanku menjadi pemenggal kepalamu..
Setan itu lalu menghilang diantara suara-suara kendaraan dan orang-orang di luar rumah hamba Allah itu.
Note :
Sittir adalah putra sokher sejenis ifrit. Sokher adalah saudara ifrit pada zaman Nabi Sulaiman as. Tugas sittir adalah menggoda anak cucu para waliyullah dengan sangat halus hingga anak cucu para waliyullah merasa bahwa sittir adalah pembesar jin muslim. Dan banyak para anak cucu waliyullah terjebak dalam kaki tangan sittir yaitu para pengarang kitab-kitab mujarobat atau ajaran-ajaran pembuat wafaq dan jimat-jimat.
Sittir dengan halus membujuk para anak waliyullah dan merubah-rubah wujud serta menuntun dengan halus hingga kitab-kitab sejak zaman Babilonia (kitab tentang penangkal sihir) berubah menjadi mantra-mantra sihir, hingga Allah menurunkan ayat-ayat Al-Qur`an kepada Rasulullah SAW yang ada di dalamnya penangkal sihir buatan sokher dan sittir, keadaan sokher dan sittir teramat susah dan menderita setelah kematian ifrit pada zaman Rasulullah SAW, hingga sokher menempati tanah Nusantara (Tanah Jawa) ketika kelahiran Rasulullah, dan sittir terjebak pada kepungan jin-jin Muslim ketika para jin masuk ke dalam islam, hingga satu saat ia bisa meloloskan diri dan lari menemui sang adik yaitu aychublala phad di tanah india. Lalu menempati hutan di tanah malaka atas perintah iblis.

Tidak ada komentar: