MAKARUL iblis WA TAUHID QOTHO'IH... Memutus Makar iblis, dengan Tauhid.
MIWQ dan MAKRIFATUL AHADIYYAH
Dalam kitab Makarul iblis Wa Tauhid Qotho'ih (MIWQ)
Godaan kepada para keturunan Waliyullah/Sayyid (yaitu keturunan para trah Rasulullah ) dijelaskan bahwa, mereka di "tandai" oleh iblis dengan tanda khusus yang jangan sampai mereka mengikuti jejak para leluhurnya dan hanya membangga-banggakan leluhurnya.
Juga godaan iblis untuk para Alim Ulama' (orang yang berilmu Agama dan menyampaikan ilmunya/murid2nya) akan ditiupkan rasa senang akan pujian-pujian dan pujaan-pujaan kepada dirinya, didorong untuk hubbuddunia.
Dalam kitab MAKRIFATUL AHADIYYAH
Pengarang menuliskan "Sesuai dengan Hadits Rasulullah bahwa, tidak akan masuk ke dalam syurga orang2 yang menjadi Al-qolla (penjilat penguasa/tunduk kepada orang kaya) dan Rasulullah mengenali Ummat Beliau (ummat yang mengikuti sunnah Rasulullah) kelak di hari Kebangkitan seperti mengenali anak kandung Beliau SAW, dan Rasulullah laksana orang yang buta (tidak melihat sama sekali) kepada ummatnya yang kufur, musyrik dan hubbuddunia (toma' dan berhati kasar) walau pun ummat itu adalah keturunan Rasulullah itu sendiri".
Kamis, 20 Desember 2018
كان محمد نبيًا ورسولًا. ولن يحكم الله على إيمان شخص حتى يتبع موقف النبي (أي ، طريق السنة رسول الله) لأنه متفوق على البشر الآخرين (وهي رتبة النبي محمد صلى الله عليه وسلم أي شرف النبي محمد صلى الله عليه وسلم
في النظر والعلامات التي أعطى الله للنبي محمد )
نور النبي المختار مباشرة من قبل الله في بداية خلق آدم لأن الله خلق دائما البداية والنهاية تماما (وهذا هو شعبه المختار أي الأنبياء والرسل من الأقدم والنهاية)
نور محمد ينتقل من آدم إلى اجداده واحفاده الذين ينظفون في قلبهم.وذرة من الأوساخ في القلب سوف تمحو بركات النبي محمد صلى الله عليه وسلم لأتباعه(الأمة) خاصة لأحفاده(في علاقات الدم)
كما قال الله تعالى للنبي محمد :
"قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تحبون اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ"
وقال الله ايضا:
"وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا"
معنى الآية يعني أنه لا يوجد استثناء لأي شخص يخرج من طريق النبي أحفاد النبي أم لا. كل هذا يعتمد على سلوكه (الأفعال) أي الأعمال الصالحة أو الأفعال السيئة. وهو وقفا لطريق النبي محمدصلى الله عليه وسلم
ARTINYA :
Sesungguhnya Muhammad itu Nabi dan Rasul, Allah tidak akan menilai iman seseorang itu sampai dia mengikuti sifat Nabi (Yaitu Jalan Sunnah Rasulullah saw). Disebabkan Rasulullah lebih unggul dari manusia lainnya ( yaitu martabat Nabi yakni kemuliaan Nabi Muhammad saw dalam pandangan/isyarat/tanda-tanda yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad ).
Cahaya Nabi dipilih langsung oleh Allah dalam awal penciptaan Nabi Adam as karena Dia (Allah) selalu menciptakan awal dan akhir dengan sempurna.Yaitu manusia-manusia pilihan-Nya yakni para Nabi dan Rasul dari yang paling awal hingga yang paling akhir.
Cahaya Muhammad bergerak dari Nabi Adam hingga kekakek-kakeknya hingga kepada anak keturunannya yang bersih hatinya. Dan setitik kotoran dihati akan menghapus keberkahan Nabi Muhammad kepada pengikutnya (ummat) terutama anak cucunya. (Anak Cucu Nabi Muhammad saw dalam pertalian darah).
" Seperti firman Allah kepada Nabi Muhammad : “Katakanlah, Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah petunjuk) ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ayat)
Dan firman Allah lagi :
"Dan barangsiapa menentang Rasul setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalannya orang-orang mukminin, Kami biarkan dia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu, dan Kami masukkan dia ke dalam Jahannam. Dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (Al-Ayat).
Makna ayat yaitu tidak ada pengecualian siapapun yang keluar dari jalan Rasulullah saw keturunannya atau yang bukan keturunannya, semua tergantung pada perilakunya (amal perbuatannya) yakni amal baiknya atau amal buruknya. Yang sesuai dengan jalan Nabi Muhammad saw.
Bab Iman Kepada Nabi Muhammad saw.
Oleh :"A.Fahmi Hs
Kitab MAKRIFATUL AHADIYYAH.
Setelah di revisi dan di taskhih. Silahkan Gus Hendrik Al-Mah Brit untuk dimasukan ke dalam buku MAKRIFATUL AHADIYYAH .
Terima kasih Ustadz Agus.
Maha suci Allah yang telah memberikan surya sahabat2 terbaik dunia akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar