Ma`rifatul Ahadiyah
Bab. Yaumul Hisab
جسم الإنسان لن يكذب أمام الله في يوم القيامة, لأنه رأى كل شيء فعله وشعر به.
سوف يعاني القلب في الدنيا بسبب قلة حقوق القلب (بدون نور الله)
لن يدخل نور الله إذا كان القلب قذر, الجسم الذي خطيئة سوف يلوث القلب.
مصدر الخطيئة هو القلب الذي يدير الجسد (إلى طريق الخطاة بسبب القلوب
القذرة) وشهوة غطت القلب لأن العقل فارغ (وهو فارغ من العلم الله
وتوجيهاته) .
تهدئة قلب صوفي لأنه كان قادرا على معرفة الطريق جسمه
لتنظيف. تنظيف جهاز واحد في جسمه, وملء جهاز في جسمه حتى يربط جهاز واحد
على جسده.
الأدوات المهمة في الجسم هي القلب والعقل والشهوة
يجب تطهير القلب من الخطيئة (لن يدخل نور الله بسبب الخطيئة) يجب مسح
العقل واملأها بالمعرفة التي تأتي من الله إلى النبي محمد صلى الله عليه
وسلم. حتى العقل والقلب كانا يربط والشهوة المباشرة
Jasad manusia
tidak akan berdusta di hadapan Allah di hari kiamat, karena jasad
manusia melihat segala sesuatu perbuatan dan merasakannya.
Hati menderita di dunia karena disebabkan kurangnya hak hati (tanpa cahaya Allah).
Tidak akan masuk cahaya Allah apabila hati itu kotor, tubuh yang berdosa akan mengotori hati.
Sumber dosa adalah hati yang menjalankan tubuh (ke jalan dosa karena
hati yang kotor) dan nafsu menutupi hati karena akal kosong (dan dia
akal itu kosong dari ilmu Tuhan dan ajarannya).
Ketenangan hati
seorang sufi disebabkan dia memahami cara untuk membersihkan dirinya.
Membersihkan satu alat pada dirinya dan mengisi satu alat pada dirinya
hingga terikat satu alat atasnya.
Alat-alat penting pada tubuh adalah hati, akal dan nafsu.
Wajib untuk mensucikan hati dari dosa (tidak akan masuk cahaya Allah ke
dalam hati sebab adanya dosa) wajib membersihkan akal dan mengisinya
dengan ilmu yang diberikan Allah kepada Rasulullah saw) hingga akal dan
hati bisa mengekang syahwat dan mengarahkannya.
Karena jasad dan
ruh telah mengenal Allah saat mitsaqon Gholizha (diciptakan pertama
kali) dan ditanya oleh Allah kesediaannya diri itu dilahirkan ke dunia.
Ruh dan jasad terpisah saat ditanya. Ruh berada dalam genggaman Allah
dan jasad berada dalam rahim manusia (rahim ibunya). Jika ruh menolak
maka tubuh dalam kandungan seorang wanita akan hilang.
Begitu
juga ketika jasad dalam bentuk air dalam tulang sulbi manusia telah
ditanya kesediaannya. Hingga kehendak Allah yang Maha pengasih dan
penyayang yang akan meilihkan benih terbaik untuk masuk ke dalam rahim
seorang wanita.
Tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak beriman kepada Allah yang Maha Satu dan Maha Bijaksana.
Hingga dijelaskan dalam Al-Qur'an perbedaan jiwa manusia yang beriman kepada Allah dan yang beriman kepada Tuhan selain Allah.
Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat kami, hanyalah orang-orang
yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat kami), mereka menyungkur
sujud serta bertsbih memuji Tuhannya dan mereka tidak menyombongkan
diri”. (Al-Ayat)
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia
dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan
mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan
dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali
neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di
dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”
Dan Allah membatasi mereka di dunia tanpa adanya rizki yang tidak disangka-sangka ;
“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan
menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi
balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan..” (Al-Ayat)
Dan kehidupan mereka menjadi sempit dengan urusan dunia tanpa adanya kepuasan batiniyah :
“Baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (Al-Ayat)
”Seorang kafir jika berbuat kebaikan di dunia, maka segera diberi
balasannya di dunia.Adapun orang mu’min jika berbuat kebajikan, maka
tersimpan pahalanya diakhirat di samping rizqi yang diterimanya di dunia
atas keta’atannya.” (Al-Hadits)
Orang kafir dalam pandangan Allah ada dua macam :
1 . Mereka yang tidak sama sekali mempercayai Allah dan Muhammad, Allah
SWT sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad Utusan (Nabi terakhir ).
2.
Mereka yang beriman kepada Allah dan Rasulullah tapi tidak mengikuti
petunjuk-petunjuk Allah dan perintah-perintahNya dan mengingkari akhlaq
dan ilmu Nabi Muhammad saw.
Lanjutan : "Dan tidak akan Allah
lebihkan keadaan hati dan jiwa (perasaan dan keadaan jiwa raga)
orang-orang kafir atas orang-orang yang beriman dengan baik. Meski
kebanyakan orang-orang kafir dilebihkan atas jasad mereka (seperti
kecantikan dan ketampanan) namun tidak akan abadi di dunia dan di alam
kubur)
Kebanyakan mereka berakhir dengan keputus asaan dan sebagian mereka kembali mencari jalan mengenal Allah.
Selesai