Bab. Persamaan syaitan dan orang-orang munafiq.
معادلات شياطين مع المنافقين. يعترفون الله ربهم ولكن يختاروا الآيات التي تناسب قلوبهم وشهواتهم.
أنهم أعداء الله ولكنهم لا يشعرون.
كما في الحديث النبي صلى الله عليه وسلم
عنْ أَبِـيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّـهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «إِنَّ اللهَ تَعَالَـى قَالَ : مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِـيْ لَأُعِيْذَنَّهُ»
Persamaan setan dengan orang-orang munafik mengakui Allah adalah Tuhan mereka, tetapi memilih ayat-ayat yang sesuai dengan hati dan keinginan mereka.
Mereka adalah musuh Tuhan tetapi mereka tidak mengetahuinya.
Tetapi para waliyullah tidak akan merasa terganggu dengan hal itu, karena mereka (yaitu orang-orang munafiq) memusuhi Allah dan bukan memusuhi waliyullah.
Sebagaimana dalam hadits Nabi :
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman, ’Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya."
Kemudian Allah menambahkan hadits qudsi ini dengan firmannya :
Aku (Allah) tidak pernah ragu-ragu terhadap sesuatu yang Aku kerjakan seperti keragu-raguan-Ku tentang pencabutan nyawa orang mukmin. Ia benci kematian dan Aku tidak suka menyusahkannya.
Tafsir hadits :
Allah tidak suka orang-orang munafiq dan fasiq menyusahkan para wali-wali Nya. Hingga ia tidak ragu untuk mencabut apa yang disenangi kaum kafir dan munafiq, mencabut ketenangan hatinya (awal hukuman Allah kepada kaum munafiq), mencabut cermin hatinya hingga nampak wajah mereka yang bengis, mencabut cahaya di wajah mereka, mencabut keberkahan usaha-usaha mereka dan mengeluarkan mereka dari dunia tanpa iman jika mereka enggan bertaubat).
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar